Waktu dan Tempat Pelaksanaan Acara

Posted on Maret 17, 2012

10


Waktu dan Tempat

Asas pewujudan media ruang tersebut adalah partisipasi sosial, atau kegotong-royongan. Di setiap titik persimpangan antara jalan utama dan jalan desa di sepanjang jalur Wanurejo-Tegalarum ini, kita akan membangun suatu media ruang berbahan dasar bambu yang mencitrakan candi (yang juga dapat tampil sebagai penanda persimpangan atau gerbang). Aktifitas yang diwadahi adalah aktifitas ekonomi maupun seni-budaya, sesuai dengan potensi masyarakat yang akan ditumbuh-kembangkan.

Tahap Persiapan: Workshop Bambu (09-10 April 2012)

Kita menyelenggarakan Workshop Bambu diperuntukkan terutama bagi masyarakat, dengan nara sumber para ahli bambu, baik lokal maupun nasional. Meski demikian, tak tertutup kesempatan bagi masyarakat luas termasuk mahasiswa dan dosen dari kampus-kampus arsitektur dan seni rupa untuk terlibat. Pihak-pihak lain yang bersedia menyumbangkan pengetahuan tentang bambu untuk masyarakat, juga sangat diharapkan andilnya.

Workshop Bambu diselenggarakan selama 2 hari

Waktu              :  09-10 April 2012

Tempat            : Pondok Tingal

SENIN, 09 April 2012

09.00 – 09.30      : Registrasi

09.30 – 09.45      : Pembukaan dan sambutan Ketua Panitia (Galih Widjil Pangarsa)

09.45 – 09.55      : Sambutan oleh Camat Borobudur

09.55 – 10.05      : Sambutan oleh perwakilan warga setempat (Khoirul Muna)

10.05 – 10.50      : Materi I oleh Sutopo (ahli bambu lokal)

10.50 – 11.05      : Tanya jawab dan diskusi

11.05 – 12.00      : Praktik Bambu (didampingi oleh Pak Sutopo dan Pak Jack)

12.00 – 13.00      : ISHOMA

13.00 – 13.45      : Materi III oleh Sahabat Bambu

13.45 – 14.00      : Tanya jawab dan diskusi

14.00 – 16.00      : Presentasi Desain (volunteer) dan pembagian kelompok (untuk warga)

…….

19.00 – selesai   : diskusi

 

SELASA, 10 April 2012

09.00 – 09.30      : Registrasi

09.30 – 09.40      : Pengantar oleh MC

09.40 – 10.25      : Materi I oleh Effan Adhiwira

10.25 – 10.40      : Tanya jawab dan diskusi

10.40 – 11.25      : Materi II oleh Budi Pradono

11.25 – 11.40      : Tanya jawab dan diskusi

11.40 – 12.40      : ISHOMA

12.40 – 13.10      : Pengumuman oleh Galih Widjil P. (sayembara)

13.10 – 15.10      : Workshop desain

  1. Pemaparan kebutuhan desain setiap spot
  2. Pembagian kelompok
  3. Memberikan waktu untuk ide desain (dengan sketsa)

15.10 – 16.00      : Presentasi masing-masing kelompok

……

19.00 – selesai   : diskusi

Tahap Konstruksi: Arsitek-Masyarakat Bersenyawa sebagai Perajin Ruang

Kata “kolaborasi” tak cukup untuk menggambarkan harapan kita pada “para arsitek”, yang tak hanya terdiri dari arsitek, juga seniman, perupa, bahkan komikus,  yang terpanggil untuk andil membantu masyarakat dalam event “Merajut Bambu Seribu Candi untuk Kemanusiaan” ini. Mereka (kembali) bersenyawa dengan masyarakat yang pada hakikatnya melahirkan mereka, mereka bergerak dalam dinamikanya, saling bantu dan mengisi, seperti bebambuan yang mereka rajut bersama untuk membangun media ruang. Dalam kebersamaan, mereka akan (kembali) jadi “perajin”. Mereka menganyam ruang, merajut pembentuknya, menjalin kemarin dan esok, menyinambungkan kehidupan individu dan komunal, merangkai sifat lokal, global dan universal ‒dengan tekun dan gigih, sesuai dengan salah satu sifat fitrah bangsa ini: bangsa perajin.

Untuk melaksanakan keterampilan yang didapat pada Workshop Bambu, masyarakat akan dibantu oleh para arsitek yang sudah berpengalaman merealisasikan karya instalasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mereka antara lain adalah:

  • Yori Antar (PT Han Awal dan Partners Architect, Jakarta),
  • Budi Pradono (BPA, Jakarta),
  • Adi Purnomo (MamoStudio, Bogor),
  • Yu Sing (Studio Akanoma, Bandung),
  • Eko Prawoto (Eko Prawoto Workshop, Jogjakarta),
  • Bambang Suprijadi (Undip, Semarang), dan
  • MADcahyo (Surabaya).

Daftar itu bisa berkembang, beberapa rekan arsitek sedang menyusun jadual mereka, agar dapat berpartisipasi. Juga bersedia membantu mereka para seniman lainnya (nama dalam konfirmasi). Dari kalangan kampus, ikut andil pula Prof. Josef Prijotomo (ITS) dan DR Galih W. Pangarsa (UB).

Meski masih dalam konfirmasi, mereka semua kita harapkan dan rencanakan dapat terlibat pula pada acara Workshop Bambu, agar makin berbaur dan akrab dengan masyarakat.

RABU, 11 April 2012 – 28 April 2012

09.00 – 09.30      : Briefing panitia dan peserta (untuk informasi pembagian tugas)

09.30 – 15.00      : Proses konstruksi

……

19.00 – selesai   : diskusi

*) 11-28 April 2012 dengan jadwal yang sama

peta pemetaan lokasi konstruksi


MINGGU, 22 April 2012

Performance Topeng Ireng, Jathilan (3 kelompok kesenian dari penduduk sekitar) di Candi Pawon

Closing

MINGGU, 29 April 2012

09.00 – 11.00      :  Arak-arakan sepeda onthel dengan membawa kendhi, dari Wanurejo hingga

Tegalarum (sepeda onthel Solo, relawan, dan masy lokal)

11.00 – 12.00      :  sambutan2/pamitan mahasiswa, arsitek, wartawan, dll, diakhiri pamitan panitia


Tahap Post-event (setelah tanggal 29 April 2012)

Setelah event, bangunan bambu itu menjadi fasilitas tempat istirahat (rest area) dengan penyediaan kendi air minum, berjualan kuliner lokal, dan sebagainya (bahkan bisa saja menjadi pangkalan ojek, jika masyarakat menghendakinya). Bambunya dapat pula dipakai-ulang menjadi lincak untuk berjualan. Pengelolaan media ruang tersebut sepenuhnya ada pada masyarakat. Workshop pasir akan diadakan di Dusun Ngampel, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dalam rangka pemberdayaan pasca erupsi merapi.

Bagaimana Menuju Lokasi?

Peta Jalur Jogja-borobudur

lokasi posko (1)

lokasi posko (2)

lokasi posko (3)

Lokasi Posko

tampak depan posko dan lokasi REGISTRASI

Catatan :

  1. Lokasi Posko di Desa Wanurejo sebenarnya berada sebelum masuk Candi Borobudur, namun tidak terjangkau angkuta umum (tidak dilewati trayek angkuta umum yang menuju Borobudur). Untuk mencapainya, volunteer harus menuju Candi Borobudur dahulu, baru ganti moda transportasi lagi untuk ke Desa Wanurejo yang jaraknya sekitar 1 KM dari Candi Borobudur (bisa ojek, becak, sepeda, andong/dokar/bendi)
  2. Harga tiket TransJogja Rp. 3.000, Tiket Bus Jogja-Borobudur kurang lebih Rp. 7.000 – Rp. 10.000
  1.  INFORMASI  TAMBAHAN (sumber : http://borobudur.yogyes.com)

Tarif sewa sepeda motor : Rp 50.000 – Rp 70.000 / 12 jam Telp: +62 81915524153

Tarif sewa sepeda onthel: Rp 20.000 / 10 jam (dekat Pondok Tingal/Posko ada Posko Sewa Onthel)

Tarif sewa sepeda federal: Rp 25.000 / 10 jam

Tarif sewa sepeda di areal candi: Rp 10.000

Tarif sewa sepeda tandem di areal candi: Rp 15.000

 

 

INFORMASI PERSEWAAN TRANSPORT

 

No Nama No. Telp Keterangan

1

Pak Drajat (Krapyak, Jogja) 0274 – 7405474 Menyediakan sewa mobil, micro (minibus)

2

AO Transport Jogja 0274 – 623366 Menyediakan sewa bus besar, minibus (ada 1)

3

Agus (Pirikan, Magelang) 085868303130 Menyediakan sewa mobil (ada 13 mobil)

 

Catatan :

  1. Harga sewa kira-kira untuk mobil Rp. 250.000 (6-7 orang), Rp. 600.000 (25 orang), Rp 1.200.000 (50 orang)

(harga belum di tawar/ belum nego)

  1. Harga di atas untuk 1x jalan : Jogja-Magelang atau sebaliknya ( 1x dropoff)
  2. Untuk pemesanan lebih lanjut bisa langsung menghubungi telepon di atas
  3. Persewaan transport di atas bisa digunakan untuk dua arah baik Jogja – Magelang maupun sebaliknya.
Posted in: Uncategorized