MERAJUT BAMBU 2013 [acara]

Posted on Maret 20, 2013

0


Merajut Bambu, 2013  –  Menara Tingal

Desa Tingal yang berada dalam satu garis lurus dengan Candi Borobudur menurut legenda adalah desa tempat mengawasi pembangunan Candi Borobudur. Tingal sendiri dalam Bahasa Jawa (ningali) artinya mengamati. Munculah ide membangun menara dari bambu kurang lebih setinggi 20 meter, yang merupakan eksperimen struktur vertikal bambu sebagai simbol tempat pengamatan-penelitian-diskursus fenomena sosial-budaya di Indonesia. Sekaligus upaya mem-“branding” kembali Desa Tingal melalui sanggar budaya dan arsitektur yang akan dibangun, ruang luar seni pertunjukan, tempat pelatihan seni-budaya dengan Pembina tari Ki Eko Sunyoto (seniman lokal) dan juga workshop arsitektur sekaligus sebagai posko tetap komunitas arsitek Merajut Bambu. Perkembangan ke depannya sangat terbuka, dapat menjadi pertanian organik, pemasaran kerajinan rakyat, shelter andong wisata, dll.

Merajut Tingal adalah lambang langkah merajut kesatuan pandang berbagai kalangan untuk perbaikan Indonesia dari sisi lingkungan binaan. Secara lokal, bermakna merajut potensi manusia dan lingkungan Dusun Tingal Kulon serta mengembangkan rumah adat di dusun ini sebagai bagian dari desa wisata eco-cultural.

Lokasi Dusun Tingal dari Candi Borobudur

Lokasi Dusun Tingal dari Candi Borobudur

Lokasi Instalasi dan Menara Tingal

Lokasi Instalasi dan Menara Tingal

Pada Juli 2012, Ir. Krisnarto Soekarmadi (Pak Kris) arsitek sekaligus salah satu pengelola Pondok Tingal, menawarkan Merajut Bambu untuk memakai sebidang tanah di Dusun Tingal Kulon, untuk dipakai sebagai posko. Lantas Paulus Mintarga dan Yu Sing merespon lahan itu dengan ide menara bambu yang dituntaskan oleh Eko Prawoto. Ide pembangunan Menara Tingal mengikutsertakan pembangunan instalasi bambu gerbang masuk dan instalasi di lapangan voli. Desain instalasi ini diserahkan pada volunteer yang akan langsung mendesain dan membangunnya di lapangan.

Menara ini akan menggunakan metode baru konstruksi bambu yaitu struktur anyaman dari  bambu belah yang diisi dengan kayu potong bekas, kemudian dirakit dengan system jepit untuk menara setinggi 5 lantai. Menara ini bermimpi menjadi titik simpul budaya, menghidupkan kembali potensi Desa Tingal, Gambar desain Menara Tingal yang direncanakan setinggi 7 lantai ini akan terus berkembang dengan melihat ketersediaan jumlah bambu belah dan proses pembangunan nanti, dikarenakan jumlah bambu masih kurang banyak, juga ketersediaan mesin planner bambu yang ada di rempah rumahkarya membuat proses pengerjaan nanti dipusatkan di dua tempat yaitu Solo dan Magelang.

 

Waktu dan Tempat

1.      Pre-Konstruksi (05-28 April 2013)

Persiapan pre-konstruksi antara lain pekerjaan laminasi struktur yang meliputi pembelahan bambu, pengawetan, laminasi dan perakitan tahap awal. Proses dilakukan di rempah rumahkarya dengan pertimbangan ketersediaan mesin untuk mempermudah pekerjaan. Posko penginapan di rempah rumahkarya.

Waktu              :  0528 April 2013

Tempat            : rempah rumahkarya

 

2.      Workshop Bambu

Kita menyelenggarakan Workshop Bambu diperuntukkan bagi volunteer mahasiswa dan komunitas bambu, tak tertutup kesempatan bagi masyarakat luas, dengan nara sumber para ahli bambu, baik lokal maupun nasional. Beberapa praktisi dan dosen dari beberapa kampus, terutama arsitektur dan seni rupa juga akan terlibat menyumbangkan pengetahuan tentang bambu untuk masyarakat.

 

 

Workshop Bambu diselenggarakan 2 kali

Waktu

  • Workshop 1     : 21 April 2013
  • Workshop 2     : 28 April 2013

Tempat                        : Posko Merajut Bambu 2013 – Desa Wanurejo, Magelang

 

3.      Konstruksi Menara (13 April – 4 Mei 2013)

Tahap kontruksi 2 adalah tahap perakitan anyaman bambu untuk membangun menara bambu, yang beberapa bagian persiapan awal materialnya telah dilakukan di rempah rumahkarya. Selain membangun menara tingal, dalam tahap konstruksi ini juga akan membangun tetenger dan gapura desa.

Untuk melaksanakan keterampilan yang didapat pada Workshop Bambu, proses konstruksi akan dibantu oleh para arsitek yang sudah berpengalaman merealisasikan karya instalasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mereka antara lain adalah:

  • Paulus Mintarga (Rempah rumah karya, Colomadu, Solo),
  • Adi Purnomo (MamoStudio, Bogor),
  • Yu Sing (Studio Akanoma, Bandung),
  • Eko Prawoto (Eko Prawoto Workshop, Jogjakarta),
  • Krisnarto Soekarmadi (Pondok Tingal),

 

Daftar tersebut bisa berkembang, beberapa rekan arsitek sedang menyusun jadwal mereka, agar dapat berpartisipasi. Dari kalangan kampus, ikut andil pula Prof. Josef Prijotomo (ITS). Dan Berikut ini adalah jadwal pelaksanaannya :

Waktu              :  13 April – 5 Mei 2013

Tempat            : Dusun Tingal Kulon, Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang

 

Organisasi Kepanitiaan

Penasihat:

Prof. Josef Prijotomo (ITS)

Ir. Krisnarto Soekarmadi (Pondok Tingal)

Eko Prawoto (EPAW, Jogja)

Paulus Mintarga (rempah rumahkarya, Solo)

Adi Purnomo (mamoStudio, Bogor)

Yu Sing (Studio Akanoma, Bandung)

Ketua Pelaksana: Muhammad Hairil (mahasiswa pascasarjana UGM)

Koordintor Konstruksi: Gyrass Reza Ksatria (mahasiswa UNS)

Sekretaris Koordinator Volunteer: Lintang Rembulan (mahasiswi UNS)

Bendahara & Sponsorship: Dian Ira (rempah rumahkarya, Solo) & Nindy Dyah (mahasiswi UNS)

Koordinator Acara : Marcelina Chintia Devi (rempah rumahkarya, Solo), Tiara Rukmaya Dewi (mahasiswi pascasarjana UGM), Erwin Herlian (mahasiswa UNS)

Koord. Dokumentasi: Wilfrid Aha Wasa (Cupudalang)

Koord. Publikasi: Donatus Edna (mahasiswa UNS)

Koordinator Perlengkapan: Galih Aji Priyambodo (mahasiswa UNS)

Akomodasi, Transportasi dan Konsumsi: Joko Haryanto (rempah rumahkarya, Solo), Normansyah (rempah rumahkarya, Solo), Indrawan Soekoco (mahasiswa UNS), Adi Surya Kusumo (mahasiswa UNS), Fanny Zulkarnain (mahasiswa UNS)

Sketsa dan 3D Menara Tingal

Sketsa dan 3D Menara Tingal

Sketsa dan 3D Menara Tingal

Posted in: Uncategorized